Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

SORE

senja lembayung jingga rubah merah kamu

JALAN TENGAH

jalan di tengah mengikut garis utuh atau putus-putus diselingi zebra yang melintang jarang berlubang jalan tengah balap membalap terjadi tersenggol terhempas hingga nyawa meregang gesekan itu nyata jalan tengah jalan kepentingan zona paling tak nyaman duduk bersimpuh inilah jalanku jalan tengah

MAWARKU

mawarku, mawar yang dibeli tak lagi menampakkan durinya menyisakan tenaga diantara layu yang menggelayuti mawarku, mawar yang lain tumbuh diantara ilalang duri penjaga kehormatan dan lebah pembantu penyerbukan mawarku, akan jadi mawar paling indah seindah perhiasan dunia. jogja, hari ini.

SEMENTARA KITA SALING BERBISIK

sementara kita saling berbisik untuk lebih lama tinggal pada debu, cinta yang tinggal berupa bunga kertas dan lintasan angka-angka ketika kita saling berbisik di luar semakin sengit malam hari memadamkan bekas-bekas telapak kaki, menyekap sisa-sisa api unggun sebelum fajar ada yang masih bersikeras abadi. (Sapardi Djoko Damono, 1966)

PULANG

pulang, adalah perjalanan rasa menghempaskan rindu yang menggunung pulang, titian langkah hati-hati dilakukan dengan hati pulang, aku melihatmu tak di sini lagi yang aku tahu, kamu di rumah pulang, pulanglah.

PADA SUATU HARI NANTI

pada suatu hari nanti jasadku tak akan ada lagi tapi dalam bait-bait sajak ini kau takkan kurelakan sendiri pada satu hari nanti suaraku tak terdengar lagi tapi diantara larik-larik sajak ini kau akan tetap kusiasati pada suatu hari nanti impianku pun tak dikenal lagi namun di sela-sela huruf sajak ini kau takkan letih-letihnya kucari (Sapardi Djoko Damono, 1991)

dan nanti

Aku akan berbohong padamu membelakkan matamu meredupkan senyummu mendiamkan harimu lalu aku akan berkata jujur tentang suatu yang aku simpan dan aku hadiahkan,untukmu aku ada rahasia, cinta.

nama tempat

dan sebuah tempat bernama lorong merah tunjukkan jalan kita ke masa depan lalu sebuah tempat biasa disebut tanah basah tunjukkan kuasa-Nya bahwa air menghidupkan makhluk-Nya kemudian tempat yang lain dikenal sebagai taman baca membukakan cakrawala ilmu tau kita, tentang sedikit dari segala akhirnya tempat yang dipanggil masjid tempat kita dipertemukan sendu, mesra, malu, cinta-Nya.

Namamu

hari ini aku bicara tentangmu Rembulan selayaknya berpendar berbagi cahaya matahari bersinar rembulan itu namamu, dalam kosakata yang lain yang sesungguhnya baru aku mengetahuinya walau sejak lama, 4 tahun. tentu kau mengingatnya alangkah bisunya aku kala menatapmu rembulan indah dengan pesona kedua dan ketiga respek ku untuk mu rembulan nama yang pernah ku tutur di tiap hurufnya dan salah satunya "anggun" dengan caramu hari ini berkata bumi kepada rembulan di jarak 387 ribu km "tetaplah bersamaku, jadi teman hidupku berdua kita hadapi waktu"

Bukan

Bukan tentang seberapa lama saling kenal bukan tentang pertemuan yang sangat intens bukan pula seberapa dalam pengetahuan tapi, seberapa berani aku menemui bapakmu untuk mu, setengah agamaku.

Harusnya

"Dia harus tau. cinta ini benar, bukan hanya mau biasa." setengah kebajikan dari yang utuh ini, hanya bisa dilakukan ketika anda, saya, dia memiliki pasangan yang sah. dan itu pula yang kita nanti. maukah?