Racau anak bukit “Daun mengering Musim panas yang menyatu dengan gugur Muka tanah jadi retak Air pembasah lama tak singgah Lalu, semua bermula Terik tiada terperi Kulit membelang Daun dan kayu mengabu, mengangkasa. Aku terpaku dalam hingar bingar Mataku berbinar-binar Sembab di terpa panasnya api menjilat-jilat Melahap apa yang dapat dijilat Mungkin juga hatiku, akan dibakarnya Dalam tungku-tungku syahwat Menghitam Ya, menghitam akibat abu Dan terik matahari yang malu Mengelus lembut kulitku mengobrak abrik sesuatu Yang entah apakah itu Asap pun mengudara Singgah ke kota hingga desa Pandang pendek jeda, sesakkan dada Hujan lama tak datang Padahal oktober sudah jelang Menghembus rona harapan Tapi ia bergeming Hijau jadi hitam Yang hitam jadi hijau Yang hijau menjadi hijau yang lain, atau biru, bisa juga merah Itu kata orang Yang akupun tak paham sedikitpun Yang aku tahu, paru-paru dunia dikikis Seper...