Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Kepompong

Selamat siang kamu yang selalu ada untuk kita semua. Semoga Allah memudahkan langkah kita. Tapi kalau udah ada yang lebih baik daripada berpura-pura tersenyum meski hatinya terluka dan susah buat di lupain. Aku tidak akan pernah tahu apa yang telah terjadi pada diri sendiri dan orang lain yang lebih baik. Ngetik pake prediksi... Jadi begini hasilnya

Dulu

Tiba-tiba, arah hidup berubah Kecenderungan mengalah Oleh gagahnya ruangan kecil nan syahdu Krem ke hijau Memberi lembut Menyerut serat Apa yang disimpan

CERITA

tak setiap waktu memang ada cerita yang sampai sesuatu yang baru bukan tentang kamu atau aku entah tentang aksi atau macam kuliner yang tak ku tau rupanya hanyasaja aku merasa tertarik walau bibir mengulum senyum mata antusias itu dirimu menari lewat jemari tanpa menghakimi sudah, :)

asap

Racau anak bukit “Daun mengering Musim panas yang menyatu dengan gugur Muka tanah jadi retak Air pembasah lama tak singgah Lalu, semua bermula Terik tiada terperi Kulit membelang Daun dan kayu mengabu, mengangkasa. Aku terpaku dalam hingar bingar Mataku berbinar-binar Sembab di terpa panasnya api menjilat-jilat Melahap apa yang dapat dijilat Mungkin juga hatiku, akan dibakarnya Dalam tungku-tungku syahwat Menghitam Ya, menghitam akibat abu Dan terik matahari yang malu Mengelus lembut kulitku mengobrak abrik sesuatu Yang entah apakah itu Asap pun mengudara Singgah ke kota hingga desa Pandang pendek jeda, sesakkan dada Hujan lama tak datang Padahal oktober sudah jelang Menghembus rona harapan Tapi ia bergeming Hijau jadi hitam Yang hitam jadi hijau Yang hijau menjadi hijau yang lain, atau biru, bisa juga merah Itu kata orang Yang akupun tak paham sedikitpun Yang aku tahu, paru-paru dunia dikikis Seper...