Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Intisari Hati

Intisari ratusan hari bukan waktu yang cukup untuk tahu bahwa kamu sudah hadir disini sejak kemarin intisari begitulah namamu di tuturkan dalam pilihan lainnya utama, pertama, paling diharapkan intisari dari kehidupan orang tua dengan hati yang tulus untukmu, intisari hati yang penuh intisari gelombang makna tersibak di jejak hidupmu itulah sudut pandangku tentang intisari tentang dawai kecapi dan hati

Tiba-Tiba

tiba-tiba sekilas tiba sejenak perkenalan kamu tiba-tiba aku merasa mengenalmu padahal baru saja kau tiba disini tiba-tiba tulisan ini untukmu entah tapi begitu saja mengalir tiba-tiba saja semua hal tentang kamu aku sedikit tau tanpa aku bertanya tiba-tiba kita mengakrab padahal aku bumi dan kau langit dengan hujan tiba-tiba tumbuh cinta mekar tiba-tiba aku khawatir tidak mengikatnya dengan janji pada tuhan diam atau bertanya kau siap atau belum ku nanti

Kau Adalah...

Kau adalah... Samudera terbatas benua-benua Lautan yang disekat pulau-pulau Sungai pemisah daratan Mata air berwadah mangkuk Kau adalah... Semesta kecil Langit terlimit warna Awan terombang ambing Bumi yang terpasak ditahan dalam tarian Kau adalah... Manusia terbatas kemampuan Di pematang pikiran Terhentikan waktu menua Pesona yang akan binasa Tapi... Kau akan... Jadi semesta kecil yang terkembang Laiknya layar sang perahu Menjelajah mata air, sungai, laut dan samudera Kau akan... Hadir sebagai pesona yang mengekal Walau ragamu menua Di hatiku, apakah di hidupku? Kau adalah... Kau Nama yang tersimpan dalam amplop putih itu

Belum

"bukan engkau ya mas Yang dibersit pikiran Terbayang dalam pejaman Mengejawantah ke alam Aku maunya seperti dia Yang selevel tak ada jeda Menawan dan wibawa Apapun terjadi siap sedia." Dan belum jadi banyak Diri diri enggan menebak Celoteh tentang riak Sampai berteriak Dalam hati