Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Kamu

Kamu ☺☺ akan kutemukan mengantar sepotong kue entah dimana Kamu yang akan jadi orang cerewet yang paling pendiam di semesta milik kita Kamu puisi-puisi yang ku dahulukan walau tak ku tahu terbaca olehmu tak Kamu adalah hari setelah esok jeda setelah jarak yang telah aku reka Kamu, Sampai Jumpa di Lusa jika Tuhan kenan...

Tenang Saja

Tenang saja putaran bumi enggan berjeda waktu pun tiada menanti henti dalam gulana diam tak bervisi tenang saja yang remuk akan disusun yang musnah akan kembali yang berai akan dirajut oleh benang, perekat, dan mata air tenang saja kaki tetap sedia menapak jemari setia menari nalar trus jua gembira lewat jalan lain yang baik tenang saja tidak apa-apa

Maka

Maka  Izinkanlah kami Yang kerutnya mulai nampak Untuk tetap belajar Huruf demi huruf Ajarkan kami Yang waktunya telah disisihkan pada nafkah Melafadzkan kalam-Nya Dengan baik dan benar Tunjukkan pada kami Yang energinya mulai melemah Kesabaran yang sangat Dalam mengajari kami.  Maka, dengan sangat. Kami mohon.