Langsung ke konten utama

"AKU TIDAK TAHU"


Bertanya dan menjawab


Dalam suatu riwayat disebutkan, bahwa Imam Malik pernah ditanya dengan 40 pertanyaan. Belau menjawab 4 pertanyaan tersebut, dan menjawab sisa pertanyaan dengan jawaban yang sama, yaitu : “Saya Tidak tahu”. Kemudian sipenanya berkata : “wahai Imam! Aku dating dari negeri yang jauh untuk bertanya kepadamu, dan kamu hanya bilang “ Saya tidak tahu”??!!. Kemudian Imam Malik berkata : “naikilah kendaraan mu itu dan kembalilah ke negerimu! Dan katakana kepada penduduk negeri : “saya bertanya kepada Imam Malik lalu ia menjawab “tidak tahu”.
Wahai saudaraku, Imam Malik saja tidak tahu dan tidak mau menyeburkan dirinya kepada sesuatu yang memang tidak tahu. Lalu kenapa kita malu untuk mengatakan “saya tidak tahu”????

Ini adalah sebuah contoh kisah dari seorang ulama yang ilmunya luas sekali, tapi tetap saja berkata jujur dengan ketidak tahuannya.
Maka, bagaimana dengan kita? masih dapatkah kita sombong dengan ilmu yang terbatas ini, atas semua ketidak tahuan kita, atas semua rasa gengsi kita yang tiada habis.

Ayolah kawan, dengan semua ketidak tahuan kita, baiknya kita harus jujur terhadap orang lain dan diri kita. itu lebih baik buat kita agar nantinya tidak terjadi fitnah dan penyesalan. Teman-teman, semoga evaluasi tentang semua ketidaktahuan ini dan yang penting kita harus mencari semua jawaban dari ketidaktahuan semampunya.

jadi, teruslah mengasah ilmu dan kita tebas semua pemikiran-pemikiran sesat menyesatkan..loh....

tetaplah istiqomah, dan jangan pernah malu...

mas reja di bumi Allah (kata-kata inspirasi dari mbak'e), 8 september 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harusnya

"Dia harus tau. cinta ini benar, bukan hanya mau biasa." setengah kebajikan dari yang utuh ini, hanya bisa dilakukan ketika anda, saya, dia memiliki pasangan yang sah. dan itu pula yang kita nanti. maukah?

Cakap

Cakap Kebanyakan hubungan diawali dengan percakapan Begitu pula Kisah satu ini Cakap Kata yang mewakili kata-kata yang aku tak cakap membuatnya keluar dari mulutku Cakap Kata sebagai muara dari maksud yang menghulu berpadu emosi haru biru yang aku terbata untuk mengatakannya Cakap aku tak pandai bercakap seperti yang biasa orang lain bisa cakap-cakap seru luar biasa Cakap sementara aku hanya pendengar menguatkan telinga untuk kamu yang cakap berretorika agar aku mengerti dan kamu lega jika kamu bersedia bercakap lebih lama dan jauh denganku.