Langsung ke konten utama

Aku dan kebaikan


Rasanya terlalu banyak kisah yang telah anda dengar, anda lihat, bahkan  anda rasakan sendiri tentang manifestasi kata ‘kebaikan’ dalam hidup kita. Ada kalanya memang tak dirasa oleh penerima, karena memang begitulah kebaikan menjelma. Dan tiba-tiba saja dooorrrr….keajaiban-keajaiban muncul.

Kebaikan tak mudah untuk lahir, perlu proses panjang, dengan liku dan rintangan menghadang. Ia layaknya janin yang akan lahir, perlu Rahim ibu yang amat kuat untuk menjaganya. Perlu waktu yang lama karena ia diharapkan. Dan ketika ia hadir, memekarkan kuncup-kuncup, mengepakkan sayap kupu-kupu nan indah yang kadang hanya bisa dikagumi dan patutnya diteladani.

Begitulah kebaikan, ia hilang bersama sang pembawa, hingga akhirnya si penerima sadar, hanya ada kebaikan yang sangat banyak ia terima dan kini ia kehilangan, ya kehilangan. 

Kebaikan memang milik jiwa yang kuat
Yang mau memberi
Yang punya perhatian tak terbatas
Keinginan menumbuhkembangkan
Merawat dengan cinta.
Ya, kebaikan tetaplah kebaikan
Dan aku
Berharap kebaikan itu
Aku juga punya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harusnya

"Dia harus tau. cinta ini benar, bukan hanya mau biasa." setengah kebajikan dari yang utuh ini, hanya bisa dilakukan ketika anda, saya, dia memiliki pasangan yang sah. dan itu pula yang kita nanti. maukah?

Cakap

Cakap Kebanyakan hubungan diawali dengan percakapan Begitu pula Kisah satu ini Cakap Kata yang mewakili kata-kata yang aku tak cakap membuatnya keluar dari mulutku Cakap Kata sebagai muara dari maksud yang menghulu berpadu emosi haru biru yang aku terbata untuk mengatakannya Cakap aku tak pandai bercakap seperti yang biasa orang lain bisa cakap-cakap seru luar biasa Cakap sementara aku hanya pendengar menguatkan telinga untuk kamu yang cakap berretorika agar aku mengerti dan kamu lega jika kamu bersedia bercakap lebih lama dan jauh denganku.