Langsung ke konten utama
cintanimbus
(awan, hujan, putih, hitam, cinta)

pernah melihat awan? -pernah
                                                                   
pernah menyentuhnya?
atau bahkan berbaring diatasnya...

awan dalam takdirnya adalah bentuk cinta, entah menyendiri atau gumpalan, entah hitam atau putih, entah hujan atau tidak.

menari sesukanya saat sendiri, dipandu angin kemanapun angin mau, kemudian menghimpunkannya.

jadi saf yang rapat saat menggumpal, menaungi dari matahari bersinaran, lalu bergerak ke padang tandus.

ketika putih ia indah, lukisan keagungan-Nya yang polos tak bercela, inginnya hati sebersih itu.

hitamnya kadang mencekam, kadang melegakan dari sengitnya panas menerjang tubuh kita, lalu hujan menyenandungkan kenangan.

darinya terkadang muncul hujan, Allahumma shayyiban nafi'an :). dan tidaknya pun memberi manfaat pula.

begitu rindu sang awan pada kita, cinta berbagai bentuk, sesuai dengan apa yang kita butuhkan.
lalu cinta berhasratjadi awan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harusnya

"Dia harus tau. cinta ini benar, bukan hanya mau biasa." setengah kebajikan dari yang utuh ini, hanya bisa dilakukan ketika anda, saya, dia memiliki pasangan yang sah. dan itu pula yang kita nanti. maukah?

Cakap

Cakap Kebanyakan hubungan diawali dengan percakapan Begitu pula Kisah satu ini Cakap Kata yang mewakili kata-kata yang aku tak cakap membuatnya keluar dari mulutku Cakap Kata sebagai muara dari maksud yang menghulu berpadu emosi haru biru yang aku terbata untuk mengatakannya Cakap aku tak pandai bercakap seperti yang biasa orang lain bisa cakap-cakap seru luar biasa Cakap sementara aku hanya pendengar menguatkan telinga untuk kamu yang cakap berretorika agar aku mengerti dan kamu lega jika kamu bersedia bercakap lebih lama dan jauh denganku.