Teruntuk kalian,
para pengampu dakwah kampus kita setelah masa saya dan teman-teman yang lain.
Kami mencintai kalian karena Allah, dan kita berpisah pun karena-Nya. Jiwa kita
yang terpaut dalam satu aqidah ini, ikatan-ikatan ukhuwah yang kita bangun
telah menghimpunkan kita dalam satu fasa paling berharga dalam perjalanan hidup
kita hingga maut memindahkan kita.
Ikhwah fillah,
sungguh dalam perjalanan dakwah ini kita ibarat kuncup-kuncup pada awalnya.
Menghisap segala kebaikan dari Allah lewat bumi dan langit. Yang
bertumbuhkembang dalam segenap potensi cinta-cinta baik. Kita adalah
kuncup-kuncup yang tak sabar untuk mengeluarkan segala daya upaya dari apa yang
kita serap selama ini. Dan ketika perlahan, kuncupmu mekar jadi bunga, aku jadi
saksi mu berhasil mempesona apa yang ada di sini, hari ini.
Kau adalah
bunga, bermekaran serempak, membuat taman jadi indah. Pesonamu adalah pembeda
dari bunga lain karena kau adalah bunga yang harum. Menyebarkan bau sedap ke
segala penjuru, menggiring lebah menemuimu untuk saling berbagi. Karena kau
memberi cinta, kau berbagi ilmu, dan kau adalah bunga.
Seperti itu
bunga, dan aku pun berharap kamu jadi bunga. Yang tak sekedar nyaman dipandang,
namun juga memberi banyak kemanfaatan. Maka, di sinilah ladang kita beramal
membagi cinta yang kita punya, merawat kebaikan-kebaikan jiwa. Aku berharap
banyak pada kamu, memekarkan kuncup-kuncup bunga di kampus kita ini.
Dalam segenap
cinta dan rasa kantuk.
Bumi Allah
22.21 WIB jogja
Komentar
Posting Komentar