Menulislah, karena ia adalah buah
pikiranmu, karena ia adalah ekspresi dirimu.
Menulis itu kreativitas unik karena ia bisa
sangat berharga atau hanya sebuah sampah tak penting dan tak jelas. Coba lah
tengok twit dan status gak jelas dari temen-temen kita. Ya dari sekian banyak
itu pasti biasanya sih ya status gak penting dan gak ada ilmunya. Sudah berapa
banyak yang ditulis di socmed padahal bisa dijadikan sebuah buku. Yah, itu
realita sekarang kalo menulis itu unik, berharga atau tidak itu sih terserah
yang membaca ya. Dari sini saya berharap kita semua termotivasi untuk lebih
produktif dalam menulis-menulis tentang kebaikan.
Menulis itu mengalir seperti kejujuran atau
mengalir layaknya kebohongan. Disinilah peran hati kita, disinilah peperangan
jiwa kita, apakah menginginkan sebuah sensasi atau kebenaran. Sungguh karena
tulisan ini akan terbaca oleh semua orang dan mungkin saja ada yang mengiyakan.
Begitulah menulis kawan, ia sebuah pertaruhan mahal. Entah jiwa atau nafsu yang
menang, ia berpengaruh. Benar atau salah.
Menulis itu mengukir cinta, karena ia bisa
merepresentasi jiwamu, memuat segala persona dan persona. Menumbuhkan semua
energy positif dalam dirimu, dan keoptimisan. Ia menunjukkan manisnya hidupmu,
menuangkan taman dan pelangi bagi pembaca. Ia yang dibentuk dengan cinta.
Maka, mulai hari ini, menulislah. Karena
ceritamu tak akan selalu sama tiap hari dengan segala rutinitas yang stagnan.
Menulislah, karena itulah pembeda antara penginspirasi dan terinspirasi.
Jujur, hati yang bersih, cinta itu adalah
modal awal menulis.
Selamat menulis, dengan cinta.
Karena tanpa cinta, tulisan itu tanpa rasa.

Komentar
Posting Komentar